Penulis : Abdul Munir Mulkhan
Penerbit : Global Base Review & STIEAD Press
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : Juli 2015
Cetakan : Ke-1
Deskripsi Fisik : 208 halaman ; 20,2 cm
ISBN : 987-602-71457-2-6
Ini adalah rangkuman dari buku yang telah saya baca yang berjudul ''Boeah Fikiran H.A. Dachlan'',
Saya akan memberitahukan sedikit biografi dari sosok Kiai H. Ahmad Dahlan... Kiai Haji Ahmad Dahlan lahir di Kampung Kauman pada tahun 1868 dan pada usia 55 tahun ia wafat pada tahun 1923. Kiai Ahmad Dahlan adalah Putra keempat dari Kiai Haji Abu bakar dan Siti Aminah. Kiai lebih dikenal dengan nama Muhammad Darwis yang kemudian berganti menjadi Ahmad Dahlan. Ia adalah sosok yang harus kita teladani karena ia telah membuka Fikiran kita untuk mejadi generasi yang cerdas,ber akhlak,ber ilmu. Semoga kelak generasi penerus kita dapat mengetahui hal tersebut...
Dan dalam tulisan ini saya akan menuliskan point yang telah saya dapatkan ketika membaca buku yang super mengaggumkan ini.Dalam buku ini bersumber dari dokumen pemikiran K.H Ahmad Dahlan ketika ia masih hidup atau setelah ia wafat. Dokumen itu mencerminkan visi ke islaman Kiai yang ia telah menepati posisi Ketua umum. Lalu gagasan beliau mewarnai hampir seluruh kegiatan islam modern terbesar didunia(Wow.... betapa hebatnya sosok beliau)
Pengetahuan K.H. Ahmad Dahlan yang luas dan mencakup berbagai disiplin, menjadikan beliau tumbuh sebagai seorang yang arif dan tajam pemikirannya serta memiliki pandangan yang jauh ke depan. Rasa ingin tahu yang cukup besar mendorong Ahmad Dahlan memanfaatkan waktu untuk belajar. Dan itu patut kita jadikan sebagai contoh untuk generasi muda seperti saya ini hehe... Ahmad Dahlan ketika menunaikan ibadah haji di Makkah, beliau memanfaatkan waktunya setelah menunaikan umrah untuk bersilaturahmi dengan para ulama Indonesia maupun Arab. Ia juga rajin belajar menambah ilmu antara lain kepada K.H. Mahfud Termas, K.H. Nahrowi Banyumas, K.H. Muhammad Nawawi Banten, dan juga kepada para ulama Arab di Masjidil Haram. Ia juga belajar pada Imam Syafi’I Sayyid Bakri Syata’ dan mendapat sebutan nama Haji Ahmad Dahlan.Menurut saya Kiai H, Ahmad Dahlan ialah orang yang sangat pandai dan cerdik sekali. Ia seorang yang tidak pantang menyerah dan berjiwa pemimpin.
Boeah Fikiran Kijai H.A Dachlan yang menurut saya benar benar patut umtuk dilaksanakan dimasa sekarang ini, dan ini adalah buah pemikiran ketika ia menjabat sebagai ketua Muhammadiyah waktu masih hidupnya yaitu:
*Tali Pengiket Hidoep Manoesia
adalah pengetahuan yang terlalu amat besar sehingga memenuhi bumi. bagi kemanusiaan umum.
''seharoesnja dan sepatoetnjalah memimpin kehidoepan itoe memakai satoe alat,jaitoe berpemimpin islam'' jadi manusia harus bersatu. Ketika pemimpin belum bersatu hati maka tidak akan ada bumi yang aman. Sebab itu pengetahuan harus dimiliki setiap pemimpin. Dan manusia harus bersatu hidup bersama sama dengan senang dan tanggung jawab maka tercipta bumi aman yang tentram. Jadi, menurut saya ketika semua orang bersatu saling bersama maka akan terciptanya kebersamaan yang tentram dan menjadikan negara aman ,walaupun adanya perbedaan budaya ataupun ras/agama tapi tetap bersatu seperti layaknya istilah Bhinneka Tunggal Ika (berbeda beda tetap satu).....
Pada gerakan Muhammadiyah masa Ahmad Dahlan ialah gerakan kebudayaan berfokus pada 'penyandaran umat akan peran dan tanggung jawab dengan kemanusiaan dan sejarah''. Yang bertujuan membebaskan umat dari kebodohan (ingin menjadikan generasi penerus maju dan cerdas,agar sejarah suram tidak terulang lagi) seperti dulu contohnya penjajahan.. Kita ialah generasi penerus maka kita harus banyak belajar dari pemikiran Ahmad Dahlan agar kita tidak menjadi generasi yang dapat dibodohi..
Salah satu gagasan sederhana yang cukup menarik ialah pemikiran pendidikan kontemporer yang disebut ''etos guru murid'' dari pemikiran Kiai Ahmad Dahlan. Ide itu kemudian berkembang dijadikan pelopor pendidikan transformatif Poulo Freire tahun 1912. Beretepatan pada lahirnya Muhammadiyah. Dan dalam buku yang saya baca ini ia menjelaskan strategi pengembangan pendidikan dengan kalimat sederhana yaitu :
- Penyadaran bahwa setiap orang islam itu harus merasa wajib menyebarkan ilmu yang dikuasai
- Mengembangkan etos guru murid pada diri setiap muslim, sebagai guru seorang muslim akan selalu belajar
- Penempatan daya kreatif sebagi akar nilai dan kegunaan hidup
- Penyelamatan dunia dengan modal kesehatan dan kerjasama dengan menempatkan Al-Qur'an sebagai asas hidup di dunia
Muhammadiyah melalui dan dalam gagasan pendirinya merupakan praktik kesalehan kemanusiaan yang bersumber dari tafsir atas ajaran islam tentang kehidupan duniawi. Islam sepanjang pemahaman Kiai Ahmad Dahlan bukan semata mata ajaran tentang hidup sesudah kematian, tetapi pengabdian manusia kepada sang pencipta melalui berbagai aksi kemanusiaan..
Gagasan dan cara hidup Kiai Ahmad Dahlan selanjutnya bisa dikajindari saat saat akhir ia hidup, ini ialah pesan pesan terakhir sebelum ia wafat :
- Mengapa engkau begitu semangat saat mendirikan rumahmu agar cepat selesai,sedang gedung untuk keperluaan persyarikatan Muhammadiyah tidak engkau perhatikan dan tidak engkau perhatikan dan tidak segera diselesaikan?
- Hendaklah tiap orang membelanjakan harta dan kekayaan yang masih dikuasai bagi kepentingan umat sebelum kehilangan kekuasaan atas harta dan kekayaannya
- Kiai sering meminjamkan uang bukan bagi kepentingan hidupnya, tapi bagi pembiayaan membangun gedung sekolah.
- Ketika Kiai dituduh kafir karena mempergunakan peralatan modern dalam mengajar, ia meminta pengkritiknya berjalan kakki saat berpergian dan tidak naik kereta atau mobil umum
- Ketika mendengar seorang aktivis Muhammadiyah beberapa hari tidak ikut rapat akibat sibuk ngurusi anaknya , Kiai berucap bahwa anak itu nanti akan diambil Tuhan agar tidak menghalangi kerja sosialnya
Kiai Ahmad Dahlan telah melakukan banyak hal, yaitu sebagai pelopor. yaitu :
- Kiai melopori kebangkitan umat islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat
- Muhammadiyah melopori amal usaha sosial dan pendidikan yang umat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa
- Telah memberikan ajaran yang menuntut kemajuan,kecerdasan,dan beramal bagi masyarakat berdasarkan iman dan islam
- Muhammadiyah bagian wanita disebut Aisyiyah melopori kebangkitan wanita indonesia untuk mengecap pendidkan dan agar sederajat dengan pria
Lalu....
- Modernisasi managemen dan pengembangan kedermawanan sosial (Filantropi) dilakukan melalui pembagian zakat, penyembelihan hewan Qurban,infaq, sadakah serta wakaf. Tujuan gerakan ini yaitu upaya pemerataan dan memobilisir dana umat dari kaum berpunya bagi kepentingan rakyat kebanyakan atau yg kurang mampu. Semua itu diletakkan sebagai kegiatan mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mencapai KeridhoanNya. Filantropo ini adalah warisan terbesar Kiai H.A.Dachlan.
Adapun isi dari pokok-pokok pemikiran dan perspektif keagamaan KH Ahmad Dahlan berdasarkan dengan sumber dan bahkan yang disebut di atas adalah sebagai berikut :
- Dalam bidang Akidah, pandangan KH Ahmad Dahlan sejalan dengan pandangan dan pemikiran ulama salaf.
- Menurut perspektif KH Ahmad Dahlan, bahwa beraga adalah beramal. Artinya, bahwa beragama itu berkarya dan berbuat sesuatu: melakukan tindakan sesuai dengan isi pedoman al-Qur'an dan Sunnah. Dalam pengertian ini, orang yang beragama adalah orang yang menghadapkan jiwa dan hidupnya hanya dengan kepada Allah Swt., yang dibuktikan dengan tindakan dan perbuatan, seperti rela berkorban, baik dengan harta benda miliknya atau dengan ilmunya, dan bekerja dalam berbagai segi kehidupan hanya karena dan untuk Allah semata.
- Dasar pokok (sumber pokok) hukum Islam menurut KH Ahmad Dahlan adalah al-Qur'an dan Sunnah. Jika dari keduanya tidak diketemukan kaidah hukum yang eksplisit, maka ditentukan berdasarkan kepada penalaran dengan mempergunakan kemampuan berpikir logis (akal pikiran) serta ijma' dan qiyas.
- Dalam pandangan KH Ahmad Dahlan terdapat 5 jalan untuk memahami al- Qur'an, yaitu : mengerti artinya, memahami maksudnya (tafsir), selalu bertanya pada diri sendiri, apakah larangan agama yang telah diketahui telah ditinggalkan dan apakah perintah agama yang dipelajari sudah dikerjakan atau belum, tidak mencari ayat lain sebelum isi ayat sebelumnya dikerjakan.
- KH Ahmad Dahlan menyatakan bahwa tindakan nyata adalah wujud konkrit dari hasil penerjemahan al-Qur'an dan organisasi adalah wadah tindakan nyata tersebut. Untuk memperoleh pemahaman demikian, orang Islam harus selalu memperluas dan mempertajam kemampuan akal pikiran dengan ilmu logika atau ilmu mantik (mantiq)
- Sesuai dengan dasar pemikiran bahwa sesorang itu perlu suka dan bergembira, maka orang tersebut harus yakin bahwa mati adalah bahaya, akan tetapi lupa kematian merupakan bahaya yang jauh lebih besar dari kematian itu sendiri. Disamping itu, kyai menyatakan selanjutnya, bahwa harus ditanamkan dalam hati seseorang ghirah dan gerak hati untuk maju dengan landasan moral dan ikhlas dalam beramal.
- Kunci persoalan kehidupan adalah peningkatan kualitas hidup dan kemajuan yang sedang berkembang dalam tata kehidupan masyarakat ( dalam kaitannya dengan pandangan ini kyai menyampaikan pesan kepada umat untuk menjadi insinyur, guru, master dan untuk kembali berjuang dalam Muhammdiyah)
- Pembinaan generasi muda (kader) dilakukan kyai dengan jalan interaksi langsung. Untuk melaksanakan teorinya tersebut, kyai mendirikan kepanduan yang selanjutnya diberi nama Hisbul-Wathan(HW)
- Strategi menghadapi perubahan sosial akibat modernisasi adalah merujuk kepada al-Qur'an, menghilangkan sikap fatalisme, dan sikap taqlid. Strategi tersebut dilaksanakan dengan menghidupkan kiwa dan semangat ijtihad melalui peningkatan kemampuan berpikir logis-rasional dan mengkaji realitas sosial
Maka dapat kita renungkan bahwa ada dua faktor dominan yang mempengaruhi dan membentuk pribadi KH Ahmad Dahlan. Dua faktor tersebut adalah faktor internal di satu sisi dan faktor eksternal di sisi lain. Fakor internal nya berupa motivasi dan keseriusannya dalam belajar dan mendalami berbagai ilmu, seperti ilmu hadist hadist, ilmu fiqih, ilmu falaq, ilmu kalam, dan ilmu tasawuf. Sedangkan untuk faktor eksternalnya berupa bimbingan yang selama ini ditekuninya.
Menurut saya, Kebesaran Muhammadiyah kini telah sisa sia keindahan yang romantis. Sudah sangat maju sekali dan perlu dilestarikan agar tidak punah/hilang. Visi kemanusiaan, inklusifitas, pararelitas Al-Qur'an dan iptek berbasis kesalehan ketuhanan tersebut dengan jelas tercermin dalam dokumen gerakan Muhammadiyah yang terbit pada tahun 1923 berjudul Kesatuan Hidup Manusia. Gerakan Muhammadiyah ini nampak terperangkap ke dalam instituonalisasi dan pelembagaan keagamaan dengan menjadikan tarjih sebagai ideologi dan ruh gerakan.
Jadi... Hal yang perlu banget kita teladani dari sosok Kiai H. Ahmad Dahlan ialah kemandiriannya , mencintai ilmu pengetahuan , pandai dalam ber organisasi , tabah dalam menghadapi suatu rintangan , tidak membedakan ras atau pun agama , cerdas , rasa ingin tahu dan terus belajarnya sangat tinggi. SEMANGAT UNTUK KITA GENERASI PENERUS BANGSA!!